Heboh

March 19th, 2007 by adamomarmunandar

Kardus #19, isi:

  • Buku-buku ekonomi-nya Ayah
  • Buku-buku parenting-nya ibu
  • Bank statements ABN Amro
  • Sweater tebal abu-abu
  • LEGO Creator-nya Adam (8 kotak)

Kardus #20, isi:

  • Buku-buku ekonomi-nya Ayah (lagi)
  • Buku-buku-nya Adam (i.e. Ensiklopedi kereta api, Boeing Jetliners, Hoe laat is het?, buku Pooh musik, etc)
  • Baju-baju dan celana-celana Adam yang udah kekecilan
  • Jaket winter hitam
  • Saxophone Adam

Kardus #21, isi:

  • Fotocopy-an Ayah
  • Buku-buku cerita-nya Adam
  • Baju-baju Ayah dan Ibu
  • Alat tulis
  • Scanner Canon

Dan sekitar 35 daftar barang dari 35 kardus pindahan lainnya.

**

"Bu, kumpulan bank statements ada di kardus yang mana?. Ayah perlu buat ke bank hari ini." "Ntar ibu liat dulu di daftar barang", kata aku sambil bolak-balik kertas berisi daftar barang. "Ini nih, di kardus nomer 19. Untung aja semua barang ibu catet, kalo enggak dicatet waah ngebayang deh musti bukain kardus satu-satu".

**

"Bu, thesis ayah ada di kardus nomer berapa?. Ayah perlu beberapa nih."  Sambil garuk-garuk kepala, aku cariin di daftar barang. "Ada di kardus nomer 22. Ambil sendiri ya, ibu lagi repot". 

**

Ujug-ujug Adam teriak: "Aaaah, yang ini buku Adam jangan dimasukin kardus dulu. Adam masih mau baca!". Atau "Bu, mainan Adam yang mobil derek itu ada di kardus yang mana? Adam mau mainin". Aku cuma bisa speechless, haduuh ini packing kapan kelarnya?. Adaaa aja yang musti dikeluarin lagi dari kardus yang udah rapih dipacking. Huuu huuu.

**

Heboh. Rumah seperti habis kena tiupan topan badai, berantakan. Iya tuh, ceritanya keluarga Munandar mau pindah ke Jakarta. Pindah? Iya, pindah dah. Tanggal 28 Maret ini, kita mau pindah rumah dari Beukelsweg Rotterdam ke rumah Ajongnya Adam (hehe, masih mau numpang dulu) di Duren Tiga Jakarta. Soalnya Ayahnya Adam bakalan kerja di Jakarta mulai 2 April. Jadilah si Adam dan emaknya Adam ngikut pindah juga.

Ternyata kalau sudah packing, baru ketahuan ya barang kita ada buanyaaak banget. Kalo ditotal bisa sekitar 35 kardus, @ 25kg = sekitar 875kg-an. Belum lagi yang dibuang dan dihibahin. Haduuh, baru sadar kalau ternyata kita ini orang kaya, barangnya banyaaak hehehe..

Udah dulu ah, mau terusin packing lagi.

Banyak Maunya…

March 2nd, 2007 by adamomarmunandar

Rumah_nike1_1 Rumah_nike2 Rumah_nike1_2 Rumah_nike3_1

**

**

                              

Nah, ini si Adam. Sekarang sudah pinter dan banyak maunya. Setahun yang lalu, Adam bilang mau jadi masinis kereta api Jerman ICE. Sekarang kalau ditanya, Adam mau jadi apa? Jawab nya: mau jadi masinis kereta api Jerman ICE, mau jadi pilot pesawat Boeing 747-400 Jumbo Jet, mau jadi pilot pesawat Airbus A380 Super Jumbo, mau kerja di pabrik pesawat Airbus, dan mau jadi dokter. Hhhh, banyak maunya kan?

**

Trus kalo Adam lagi cerita mau jadi apa, dia ngomongnya lengkap deh. Misalnya nih mau jadi pilot, trus dia bilangnya "Adam mau dadi pilot pesawat boing tuduh empat tuduh strip empat nol nol dumbo det".. hehe, karena Adam kalo bilang ‘J’ mirip bilang ‘D’ :)

Kemarin waktu ibunya sakit miscarriage, Adam ikutan prihatin loh. Dia duduk disamping kasur aku sambil mijitin tangan dan kaki aku. Terus habis mijitin yang cuma semenit, Adam lompat-lompat deh dikasur. Aduuuh, kebayang deh ibunya lagi kontraksi eh dia lelompatan serasa di trampolin :)

**

Foto-foto Adam di blog ini adalah hasil jepretan tante Nike dengan kamera kerennya. Waktu kita main ke rumah Nike, disuguhin rawon super enak, wedang jahe hangat, dan difoto-foto pula. Udah gitu, sapinya Nike diuwel-uwel sama Adam pula hehehe.. keciaan deh tante Nikenya :)

**

Rumah_nike15Rumah_nike12 Rumah_nike13 Rumah_nike11_1  

Little Story…

February 28th, 2007 by adamomarmunandar

Kami (aku, Haris dan Adam) baru saja mengalami kehilangan. Kehilangan yang pada akhirnya kami terima dengan pasrah karena kami yakin itulah yang terbaik bagi kami menurut Allah SWT. Janin yang sudah berada 11 minggu dalam rahim aku, ternyata tidak sekuat yang kami harapkan. Janin itu harus ‘pergi’.

**

Empat hari berturut-turut, Jumat sampai hari Senin, setiap malam perut aku kontraksi hebat seperti mau melahirkan. Haris dengan sabar dan lembut menemani malam-malam penuh kontraksi dan bikin aku tidak bisa tidur. Setiap hari, kami melaporkan kondisi tersebut ke bidan yang bertugas untuk kondisi emergency. Menurut bidan, kontraksi hebat itu adalah tanda-tanda keguguran, perut rahim akan terbuka dan janin akan keluar dengan secara natural. USG juga menunjukan detak jantung janin sudah tidak ada. Tapi apa daya, sudah empat hari kontraksi hebat, mulut rahim belum juga terbuka. Janinnya masih mbandel tinggal di rahim ibunya. Ah, mungkin dia pikir rahim ibunya adalah tempat yang hangat dan nyaman untuk ‘bobo lama’.

**

Setelah empat hari tidak ada tanda-tanda janin akan keluar secara natural, bidan memberikan referensi untuk diperiksa Gynecologist di rumah sakit. Sudah aturan di Belanda bahwa pasien tidak bisa langsung diperiksa oleh Gynecolog. Untuk diperiksa Gynecolog, harus dengen referensi bidan. Hari Selasa, ditengah siraman hujan dan angin, aku berangkat sendirian ke rumah sakit St Fransiscus untuk ketemu Gynecolog. Aku enggak ngebolehin Adam dan Haris ikut ke rumah sakit. Biar mereka berdua istirahat di rumah, apalagi Haris juga sudah empat malam tidak tidur nemenin aku yang kesakitan.

**

Di rumah sakit, Gynecolog menganjurkan aku makan 3 tablet untuk merangsang kontraksi rahim agar janin keluar secara natural. Dengan sedikit terisak, aku bilang bahwa aku tidak mau lagi melewati malam-malam penuh kontraksi rahim. Empat hari sudah cukup membuat aku dan Haris capek fisik dan mental. Aku minta dioperasi saja, istilahnya di sini operasi curettage (orang Indonesia bilang dikuret). Mungkin karena kasihan lihat aku nangis, tampang kucel, rambut basah kehujanan, akhirnya si Gynecolog mengizinkan aku sore itu juga dikuret. Habis diperiksa, aku langsung ke ruang rawat inap, ganti baju operasi, dan diantar ke ruang operasi. Suster-suster yang ramah membuat hatiku tenang melewati operasi sendirian, tanpa ditemani dan diantar satupun keluarga. Salah satu suster bilang ke aku, "Be strong, mevrouw. You will be all right." Aku tersenyum sambil bilang terimakasih. Ah, tinggal di rantau memang memaksa kita jadi orang gagah perkasa. Coba kalo di Jakarta, pasti mau operasi curettage begini aku sambil nangis sambil diantar dan ditemani satu kompi keluarga :)

**

Operasi berjalan cepat, cuma 30 menit-an. Yang melakukan operasi ada 4 orang: dokter Gynecolog, dokter Anastesi, satu lagi aku lupa dokter apa, dan satu suster. Semua bekerja dengan gesit dan efisien. Dokter-dokternya laki-laki semua, gagah, dan keren :).  Dasar si Novi, lagi tengah kontraksi, udah mau dioperasi, masih aja ngelaba hehehe.. Aku cuma dibius lokal, jadi masih bisa ngeliatin tim dokternya kerja. Selesai operasi, aku istirahat di ruang rawat inap untuk menghilangkan rasa kebal di separuh badan, dari perut ke bawah. Sudah itu, diperiksa dulu sama dokter, lalu boleh pulang. Jam 9 malam Adam dan Haris datang menjemput. Ah senangnya dijemput sama orang-orang tersayang. Kami pulang bertiga, naik tram ditengah hujan yang masih turun lebat dan angin. Malamnya kami bertiga tidur tenang dan lelap.

**Se

Kehilangan ini Insya Allah membuat kami semakin kuat. Seperti yang aku bilang di atas, kami percaya bahwa itulah yang terbaik bagi kami. Dan aku bersyukur masih diberi nikmat kesehatan sampai saat ini (saat kontraksi hebat selama empat hari berturut-turut itu, aku serasa dalam keadaan antara hidup dan mati), dan masih memiliki my mom, my hubby, my son, dan semua keluarga dan teman. Alhamdulilahirobil ‘alamin, terima kasih ya Allah.

**

Jangan Ngeces

February 20th, 2007 by adamomarmunandar

P2080034Ada jajanan. Sepiring siomay isi lima potong: bakso udang, siomay berkulit isi udang, pare, kentang dan tahu berikut kuah kacangnya yang royal dan ga pelit. Dimakan hangat-hangat saat siomay masih mengepul baru angkat dari kukusan (atau boleh juga dihangatin di microwave hehe). Jangan lupa dikasih sedikit sambal botol dan kecap. Rasa dijamin uenak, tidak ada duanya karena memang ga dijual di warung atau di abang-abang di Belanda. Di mana belinya? Di mana lagi kalo bukan pesen sama Bu Taty, tetanggaku, sang penyuplai makanan :)

**

Untuk yang saat ini tidak tinggal di Indonesia, semoga tidak ngiler lihat fotonya :)

**

Angin Goreng Sutiyoso

February 13th, 2007 by adamomarmunandar

Ini ada dua tulisan mengenai banjir di Jakarta yang ditulis oleh mas Eddi Santosa, wartawan detik.com yang tinggal di Den Haag.

**

Angin Goreng Sutiyoso 1, dimuat di detik.com 8 Feb 2007.

Angin Goreng Sutiyoso 2, dimuat di detik.com 13 Feb 2007.

**

Terimakasih untuk mas Eddi yang sudah membuat ulasan yang baik tentang banjir Jakarta. Selamat membaca.

Jakarta Banjir!

February 2nd, 2007 by adamomarmunandar

Jakarta banjir!. Ah, sudah biasa. Eh beneran deh, kali ini banjirnya luar biasa. Menurut kompas.com, banjir menguasai ibu kota.

**

Ronibanjir2Akibatnya? Ribuan warga terjebak banjir dan terlambat di evakuasi dan puluhan ribu orang terpaksa mengungsi ke posko pengungsian terdekat karena rumah mereka tidak bisa dihuni karena terkena banjir. Hari Jumat ini, perkantoran banyak yang sepi karena karyawan tidak masuk karena rumahnya kebanjiran, atau tidak ada alat transportasi untuk berangkat ke tempat kerja. Bencana susulan yang dikhawatirkan adalah penyakit setelah banjir: leptospirosis dan diare.

**

Penyebabnya? Menurut media cetak, karena hujan deras terus menerus melanda Jakarta di hari Kamis dan Jumat, dan drainase di Jakarta sudah tidak terpelihara dan ketinggalan jaman. Haduh, ini pemerintah Jakarta kemana aja sih, ngurus drainase doang ga becus. Coba kalo ngebangun mall, pol-polan! Ngurusin drainase yang basic dan penting untuk hajat hidup orang banyak, ga beres!

**

Akibat langsungnya? Kita di sini dapat kiriman ‘banjir’ sms dari Jakarta. Breaking news dan News update. Rumah my mom tercinta di Duren Tiga juga kena banjir. Hari Kamis siang banjir pertama kali masuk rumah, air masuk sampai sebetis. Semua orang di rumah dikerahkan mengangkat barang-barang yang bisa diangkat biar selamat dari banjir. Enggak lama banjir surut. Seperti biasa ritual orang setelah banjir: ngepel gila-gilaan dan mendesinfektan seluruh lantai rumah. Lalu Kamis malamnya seluruh orang di rumah siap-siap mau istirahat tidur. Ternyata Jumat siang banjir kedua datang. Air masuk lagi sampai semata kaki. Lagi-lagi orang di rumah dan bala bantuan yang datang begadang. Setelah air surut, semua mengepel dan lagi-lagi menebarkan karbol ke lantai. Pinggang rasanya mau rontok deh, gitu kata my sister. Iya, ngebayang kok dilanda banjir dua kali berturut-turut. Sambil dalam hati kami semua berdoa, semoga tidak ada banjir ketiga. Tapi apa mau dikata, hari Sabtu subuh banjir ketiga datang. Astaghfirullah. Belum pernah kejadian seperti ini. Banjir sampai 3 kali berturut-turut. Sampai blog ini diupload, belum ada update sampai seberapa parah banjir ketiga ini.

**

Kondisi di sini? Sedih banget mikirin yang di Jakarta. Pingin deh bantuin ngangkat-ngangkat barang ke tempat yang lebih tinggi, ngepel-ngepel sambil main air, dan nyiramin karbol ke seluruh lantai. Tapi apa daya. Cuma bisa berdoa, berdoa dan berdoa supaya yang di Jakarta terus sabar dan sehat enggak ada yang terkena penyakit. Tapi dalam hati masih bersyukur, banjirnya ‘hanya’ sebatas betis dan mata kaki, meskipun sudah bikin pinggangnya my sister serasa mau rontok. Di tempat lain banyak yang lebih parah sampai rumah pun tidak bisa dihuni gara-gara banjir.

**

Siapa yang salah? Ah, susah deh kalo musti nyalahin orang lain. Tapi kalo boleh ngomong, yang salah Sutiyoso barangkali? Sudah bertahun-tahun jadi gubernur, teteeeep aja ga becus ngurus Jakarta!

**

Jadi mikir lagi, setelah Tsunami di Aceh dan Pangandaran, gempa di Jogja dan di tempat lain, KM Senopati Nusantara di Laut Jawa, AdamAir di .. eh entah di mana, masih pingin pulang?

**

**

Update. Alhamdulilah banjir ketiga di rumah nyokap hari Sabtu subuh tidak separah banjir sebelumnya. Kata my sister, ‘cuma’ semata kaki. Banjir ketiga ini ditanggapi my sister dengan ringan: "Ga papa, kita banjir ga sendirian kok. Yang lain juga pada kena banjir hehe."  Begitu bunyi sms dari my sister. Ah, manusia memang mudah beradaptasi. Padahal waktu banjir pertama, isi smsnya ga sesantai itu :)

**

Btw, hari minggu ini baca di detik.com bahwa Bang Yos bilang kalau banjir Jakarta kali ini akibat fenomena alam. Huaaaaaa, pingin ketawa deh dengernya. Fenomena alam gundulmu, kata my hubby. Lha di Belanda yang lowland, daratannya lebih rendah dari permukaan laut, juga kena efek global warming, tapi (Alhamdulilah) ga ada banjir tuh!. Lagian gimana ga ada banjir sih Bang Yos, yang dibangun ruko ama mall melulu, tapi ga punya kanal. Trus itu anggota De-Pe-eR yang tiap tahun studi banding ke Belanda ngapain ajah? Ga usah susah-susah studi banding segala lah, nyontek aja pembangunan kanal di sini. Lah itu di daerah Kebon Baru Tebet, banjir dari tahun 80-an (belum ada global warming toch tahun segitu?) tapi teteeeep aja tiap tahun sampe tahun 2007, banjir melulu.

**

Haduh, maaf ya saudara-saudara yang kebetulan baca. Saya emosi sekali dengar gubernur Jakarta mengkambinghitamkan fenomena alam. Maka dengan ini saya dengan blak-blakan mengkambinghitamkan gubernur Jakarta, Sutiyoso, sebagai penyebab banjir setiap tahun di Jakarta yang tidak pernah ada solusinya. Mudah-mudahan Sutiyoso tahu diri sehingga tahun ini tidak usah lagi mencalonkan diri sebagai gubernur.

**

Nemu foto

January 24th, 2007 by adamomarmunandar

Adam_payungUdah lama ga upload fotonya Adam. Ini nemu foto-foto di laptop, sebagian sih foto waktu musim gugur 2006 yang lalu. Ternyata rada ribet juga upload foto ke blognya friendster, ga rapi gitu deh (protes aja, udah blog gratisan pula hehehe).

Yang ini foto Adam di depan mesjid Maroko sambil pegang payung. Padahal hari ga hujan, tapi Adam keukeuh mau bawa payung.

**

**

Main_ama_barry Adam_alya_1Adam_dan_hanger

Foto yang paling kiri, Adam lagi baca buku kereta api ditemenin sama bonekanya yang udah bulek, si Barry. Foto di tengah, Adam lagi main sama Alya di patung panther, mereka berdua lagi lekker spelen alias asyik main di supermarket Asia Xotus di Delft. Lalu foto yang di kanan, itu Adam lagi pake hanger alias gantungan baju. Ceritanya ibunya Adam lagi njemur baju, trus dia minta satu hanger buat pura-pura dijadiin setir mobil, eh trus lama-lama hanger-nya dimasukin ke badannya, kata Adam: "Bu, Adam siap dijemur nih".

**

Di_musim_gugur_3Pake_topi_autumn_3Di_mushola

Yang di kiri itu foto Adam berdiri ditengah daun musim gugur. Yang di tengah, Adam lagi pake topi musim gugur dari sekolahnya. Trus yang di kanan,foto Adam lagi main di mushola Maashaven sama temen-temennya sambil menunggu saat mengaji tiba.

**

Pulang or not Pulang?

January 16th, 2007 by adamomarmunandar

Tadi pagi telepon nyokap. Beliau cerita bahwa Ida Hutapea telepon. Ida itu teman lama gue dan my hubby, kita bertiga dulu sama-sama jadi budak kapitalis di Jakarta. Anyway, nyokap cerita kalau Ida terkaget-kaget denger gue dan my hubby ternyata bulan Desember kemarin cuma liburan aja ke Jakarta. "Oh, saya kira Novi ama Haris udah tinggal seterusnya di Jakarta", gitu nyokap nyampein komentarnya Ida. Trus kata nyokap, Ida juga bilang gini ke nyokap gue, "Aduh bu, sayang bener orang pinter kaya Novi ama Haris tinggal di luar negri terus. Suruh pulang dong bu, Indonesia mana bisa maju kalo semua orang pinter pada tinggal di luar negri". Oalah si Ida, mosok gue ama Haris dibilang ‘orang pinter’. Emangnya kita dukun. Iya kan, di Indonesia dukun itu disebut juga ‘orang pinter’?

**

Memang semenjak my hubby kelar PhD, udah ga terhitung kita dikasih pertanyaan yang sama. "Trus sekarang gimana? Mau terus kerja di sini atau pulang ke Indonesia? Trus Novi gimana rencananya, mau ikutan kaya Haris ambil PhD atau pulang ke Indonesia?". Ooh, semua pertanyaan itu suliiit banget jawabnya karena gue dan my hubby bener-bener ga tau mau jawab apa. Iya, karena kita bener-bener belum tahu ke depannya gimana. Kalo rencana dan keinginan sih jangan ditanya, udah seabrek. Tapi yang namanya realita, belum tentu sesuai dengan rencana dan keinginan toch?

**

Lagian siapa sih yang ga mau tinggal di Indonesia, tanah air sendiri. Hujan emas di negeri sendiri lebih baik daripada hujan batu di negeri orang (emang juga!). Tapi kalo terus kerja di luar negeri, ngumpulin euro berkarung-karung (matrenya!), kirim sebagian karung euronya buat orang tua dan saudara di Indonesia, dan kirim zakatnya buat fakir miskin di Indonesia juga boleh kan? Tiap saat kita akan tetap mengingat Indonesia dan insya Allah paspor akan selalu tetap hijau.

**

Jadi sampai sekarang, kita masih belum punya jawabannya. Pulang or not Pulang?

**

Selamat Tahun Baru

January 1st, 2007 by adamomarmunandar

Selamat tahun baru!

**

Buat yang saat ini merasa bahagia dan bersyukur atas semua yang sudah dicapai, Alhamdulilah.

**

Buat yang saat ini merasa sendu dan lagi merasa jadi orang kurang beruntung, silahkan baca true story tentang penjual madu (jangan salah baca, cari yang judul ceritanya Another Blue Post), kliknya di sini dan juga silahkan baca tentang panti asuhan, kliknya di sini (judul ceritanya My Promise To Tanti). Mudah-mudahan habis baca dua cerita itu kita langsung jadi orang yang bahagia dan bersyukur atas semua yang sudah kita miliki..

**

* Buat Mela, makasih udah ngijinin gue buat nge-link dua cerita itu *

Pelabuhan Hati

December 29th, 2006 by adamomarmunandar

Di luar langit masih gelap, baru jam 4 pagi. Kutarik selimut tebalku untuk melawan hawa dingin bulan Desember. Kutoleh si kecil masih tidur lelap sambil memeluk gulingnya. Senyum ganteng masih tersungging di bibir mungilnya dan suara nafasnya terdengar lembut. Pasti dia sedang bermimpi indah. Kucium lembut dahinya. Memandangnya saat dia tidur membuat hati ini damai sekali. Tidak putus-putusnya aku bersyukur diberi kesempatan memilikinya, meskipun hidupku dibuat berubah 180 derajat setelah dia lahir. Tapi aku bahagia, sangat bahagia.

**

Di luar masih sepi sekali. Lampu rumah-rumah tetangga juga masih belum menyala. Aku dengar suara batuk kecil suami tercinta dari ruang sebelah. Sepagi ini suamiku sudah bangun. Pasti dia sedang menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda karena harus pulang teng jam 5 sore supaya masih bisa ketemu dan bermain dengan si kecil sebelum si kecil berangkat tidur.

**

Suamiku memang begitu, mengorbankan waktu tidurnya supaya bisa punya waktu lebih banyak untuk istri dan anaknya. Setiap hari saat pulang kerja, yang pertama dilakukan suamiku adalah mencium aku dan si kecil. Lalu suamiku buru-buru mandi, sholat, dan kemudian makan malam. Setelah itu, seluruh waktunya digunakan untuk bermain dengan si kecil. Kangen katanya seharian kerja meninggalkan si kecil di rumah. Kadang kami bertiga sama-sama nonton tv atau berdebat kusir kalau lagi ada topik menarik.

**

Ibu_adam_ayahSuamiku bilang, rasa capek setelah kerja seharian langsung hilang sesampainya di rumah melihat anak dan istrinya. Kata suamiku, anak dan istri adalah tempat hatinya berlabuh. Waktu aku tanya pendapatnya tentang poligami, suamiku bilang, "Memilikimu dan memiliki anak darimu membuatku amat sangat bahagia. Aku ingin menghabiskan seluruh sisa waktuku hanya denganmu dan anak-anak kita. Hanya denganmu dan anak-anak kita, bukan dengan istri yang lain dan anak-anak dari istri yang lain. Doakan umur kita panjang, supaya kita bisa menghabiskan waktu yang lama bersama-sama.."

**

Rotterdam, Desember 2006

**

**

*Ditulis oleh seseorang yang tidak habis pikir kenapa jaman sekarang masih ada orang yang berpoligami dengan mengatasnamakan agama. Tidakkah mereka bahagia dengan monogami?