Archive for May, 2006

Bread and Milk Mania…

Friday, May 26th, 2006

Tempo hari udah rumpi tentang beberapa kebiasaan baiknya orang Belanda. Nah sekarang kita ngomong makanan orang Belanda yang simpel banget dan bergizi itu yuk! Mau tahu menu makanan orang Londo pada umumnya? Kira-kira begini nih:56041114111851330_1

  • Sarapan: Roti gandum tawar dipoles selai kacang dan segelas susu.
  • Makan siang: Roti gandum (lagi) pakai irisan keju, daging asap, dan segelas susu segar atau susu asam.
  • Makan malam: Stamppot (kentang rebus ditumbuk kasih susu) , sayuran rebus, dan sosis daging.

Simpel banget kan? Tidak seperti menu ala Indonesia yang bikin kita musti berjam-jam masak didapur…

**

Setiap hari menu makan begitu terus? Yaa, kurang lebih begitu. Kadang2 roti tawarnya bukan hanya pakai pindakaas (selai kacang), tapi variasi dipoles appelstroop (selai apel), mentega, selai coklat, hagelslag (meises rasa coklat), vruchtenhagel (meises rasa buah), atau bahkan roti tawar dilapis biskuit jahe atau kue palm. Begitu cintanya orang Belanda sama roti tawar, apa aja dijadikan olesan atau topping asalkan dimakan sama roti, segalanya jadi enak.

**

Bread_grainMenurut statistik, penduduk Belanda mengkonsumsi roti tawar terbanyak dibandingkan penduduk negara lain di Eropa; 60kg roti per orang per tahun atau tiap orang rata-rata mengkonsumsi 7-8 lembar roti tawar setiap harinya. Maka dari itu, orang pendatang suka kecewa kalau dapat suguhan makan siang ala Belanda: roti lagiii..roti lagiii..

**

Campina_volle_melk_239x159 Selain pemakan roti terbanyak se-Eropa, orang Belanda juga pengkonsumsi dairy product (susu dan produk olahan susu seperti keju, yoghurt, kwark, dan vla) terbanyak se.. dunia! Konsumsi dairy product rata-rata 140 liter per orang per tahun. Memang konsumen di sini benar-benar dimanjakan sama dairy product. Susu berbagai macam, dari mulai susu magere (nol persen lemak), halfvolle (low fat), volle (full krim), aardbeimelk (susu rasa buah strawberry), banaanmelk (susu rasa pisang), frambozemelk (susu rasa frambozen), karnemelk (susu asam), dll. Aku seneng banget deh kalo sudah di counter susu, sampe bingung mau cobain susu yang mana duluan..

**

KaasLalu keju, aduh bisa tiga hari tiga malem deh nyebutin jenis-jenis keju yang dijual di toko. Banyaaak sekali dan bisa bikin lupa diriiiii. Semuanya enak buat dicemil, dimakan pake roti, atau buat campuran masak. Sayangnya aku musti hati-hati sama keju, karena banyak yang menggunakan campuran lemak babi. Sebenernya sih biar aman, beli keju sebaiknya di tokonya orang Maroko atau orang Turki. Insya Allah halal. Nah, yang aku suka tuh keju belegen untuk makan sama roti gandum, dan keju jong untuk dicemil. Hmmm.. bisa lupa sama diet deh kalau sudah lihat keju :-)

**

Selain susu dan keju, produk olahan susu yang banyak dijual di sini adalah: yup.. apalagi kalau bukan yoghurt dan kwark (enggak tahu bahasa Indonesianya, tapi ini sejenis yoghurt cuma lebih kental). Me and Adam’s favourite! Deretan yoghurt dan kwark beraneka ragam dari mulai rasa buah sampai rasa rempah-rempah yang semuanya bikin ngiler. Adam suka sekali yoghurt dan kwark rasa apel dan kayumanis, kalo aku suka yoghurt rasa:.. apa aja suka! hehe..  Sama aja anak ama emak, dua-duanya maniak yoghurt dan kwark. Kalau enggak ditahan-tahan, Adam bisa ngemil hampir 300gram yoghurt dalam sekali makan.

**

CBrood_2eritanya keluarga Munandar (alias aku, my hubby dan Adam) jadi rada ‘ketularan’ seleranya orang Londo. Kita ngikut kebiasaan makan roti gandum, dipoles mentega dan selembar keju belegen, lalu dipanasin sebentar di microwave sampai kejunya sedikit meleleh. Aih..lekker bener deh. Gampang dan cepat, 2 menit kelar. Cocok untuk sarapan ditemani segelas susu atau capuccino hangat.. hmmm.. Apalagi kalau makan rotinya dicocol sambel botol ABC yang extra pedas, wah perfect! Hahaha, dasar orang Indonesia, ngakunya makan makanan Belanda, tapi tetap aja makannya pake sambel..

Belajar dari orang Belanda…

Wednesday, May 10th, 2006

Netherlands_map_largeKalau lagi lihat kekayaan negeri kompeni, seringkali terdenger komentar miring dari sesama orang Indonesia. Ada yang bilang: "..wah ini pasti dibangun dari uang nenek moyang kita nih.."  Bahkan beberapa teman mahasiswa yang dapat beasiswa untuk sekolah gratis di sini juga sempat berkomentar: "…gue sekolah di Belanda ini bukannya gratis lho. Tapi sudah dibayar dimuka sama nenek moyang gue.." Atau ada juga orang Indonesia di sini kalau naik transportasi umum enggak mau bayar (kecuali kalo kepergok sama kondektur) dengan alasan: "..ongkos bis gue udah dibayar dimuka sama nenek moyang gue.." Waduuh, ini kebangetan enggak sih?

**

Memang sih komentar mereka tidak sepenuhnya salah. Memang benar bahwa ada masa dimana negeri tercinta Indonesia diperas dan diangkut kekayaannya oleh penjajah Belanda. Tetapi, pernah enggak sih terpikir oleh kita untuk mencontoh hal-hal yang baik dari negeri Belanda? Bukan berarti mantan penjajah itu pasti jelek semua lho. Ada kok sifat dari bangsa ini yang (menurut aku lho ya..) bisa dicontoh.

**

Pertama, sifat hemat. Orang Belanda sangat menghargai uang. Setiap sen dari uang yang mereka miliki akan mereka belanjakan dengan bijak. Misalnya dalam soal berbelanja, orang Belanda akan dengan bangganya menceritakan barang yang dia beli dengan harga lebih murah (meski lebih murah 5 sen aja!). Orang Belanda juga sangat tidak suka dengan kebiasaan membuang barang dengan sia-sia. Oleh sebab itu ada kebiasaan menjual barang bekas yang sudah tidak terpakai, yaitu saat Koninginnedag (Queen’s day) dimana semua orang bebas menggelar garage sale. Saat Queen’s day itu bukan cuma mengubah barang tak terpakai jadi uang, tapi juga menjadi ajang berburu barang dengan harga murah.

**

Salah satu dosen bahasa Belanda aku suatu saat pernah memberi contoh tentang kebiasaan penduduk di negara lain berganti handphone setiap kali ada model baru, padahal hp yang lama masih bisa berfungsi dengan baik. Lalu si pak dosen yang asli Belanda itu (dengan bangga) menunjukkan hp-nya yang keluaran tahun 1999 dan masih berfungsi baik untuk nelepon dan terima telepon, untuk ngirim dan terima sms. Karena cuma empat fungsi itu yang ia perlukan untuk sebuah hp. Dia tidak perlu hp yang bisa motret, karena sudah punya kamera katanya. Saking hematnya, orang sering mengatakan bahwa orang Belanda itu pelit. Tapi coba deh amati dengan cermat kebiasaan itu, menurut aku itu bukan pelit melainkan hemat dan efisien.

**

Kedua, sifat tidak suka pamer. Di Belanda sangat jarang melihat orang kaya (materi). Orang kaya di Belanda sangat bisa ‘menyembunyikan’ kekayaan mereka dari orang lain. Sedemikian pintar menyembunyikan kekayaan, sehingga orang lain tidak akan tahu bahwa dia sebenarnya kaya. Menurut buku The Undutchable, orang kaya Belanda tidak suka membeli barang mewah seperti perhiasan atau mobil mewah. Mereka akan membeli seperlunya saja, untuk dipakai di saat yang tepat. Mungkin itu juga berkaitan dengan sifat hemat mereka. Lain dengan di Amerika (misalnya) yang terbiasa mengekspos gaya hidup mewah. Kalau dilihat sisi positifnya, menurut aku bagus sekali sifat seperti ini. Bukankah dalam agama juga kita diajarkan untuk tidak bersifat pamer?

**

Ketiga, kebiasaan makan sederhana. Memang sih lagi-lagi kelihatannya orang Belanda tuh irit bin pelit. Kalau lagi makan di kantin kampus, aku suka salut sekaligus kesian kalo lihat orang Belanda makan siang. Salut, karena kok bisa sih makan siang begitu doang: Setangkup roti gandum, sama selembar keju dan seiris daging dingin. Kesian, karena aduh kesian bener sih enggak ngerti artinya makanan hangat yang enak (bayangin kalo di Indonesia kan kita lunch dengan nasi rames hangat dan komplit dengan lauk pauknya..). Untuk kebiasaan makan yang sederhana ini, aku akan tulis rada komplit di blog berikutnya ya (bersambung nih ceritanya hehe).

**

Yang terakhir, sifat tidak manja. Aku sering sehari-hari lihat anak-anak di Belanda pergi sekolah naik sepeda ditengah udara dingin menggigit dan hujan. Anak-anak itu pake jas hujan, tapi tentu saja sebagian kepala, muka, tangan dan kaki mereka tetap basah. Hebatnya, mereka tetap saja dengan ringan mengayuh sepedanya. Kalo aku nih, lihat udara dingin dan hujan, pasti milih naik bus atau (kalo punya mobil) ya naik mobil. Jadi malu sendiri lihat anak-anak dengan semangat mengayuh sepeda ditengah dingin dan hujan..

**

Nah, sifat mana yang mau kita contoh?

Great Article..

Monday, May 1st, 2006

Adam_s_family_01 Beberapa hari yang lalu, my sister in-law (Puti) memforward tulisan yang ditulis oleh Lizsa Anggraeny berisi tentang renungan seorang wanita yang menjalani hidup sebagai seorang Ibu Rumah Tangga. Menurut aku, tulisan tersebut sangat indah isinya.

**

P4290044 Nah, mumpung masih deket sama hari Kartini, aku minta izin sama penulis tulisan tersebut - yang kalau tidak salah saat ini bermukim di Jepang - untuk memuat tulisan tersebut di dalam blog aku. Kenapa kok si Novi tumben memuat tulisan orang lain ke dalam blognya? Karena, sudah sejak lama aku pingin tulis tentang pengalaman menjadi ibu rumah tangga (duuuuh, si Novi jadi ibu rumah tangga juga baru berapa tahun sih? hehe) dan tentang pengalaman indah masa kecil diasuh oleh seorang ibu rumah tangga (my mom is a full time housewife and I am grateful about it). Tapi selama ini sudah coba mau menulis tentang topik itu, kok belum nemuin kata-kata yang pas. Untungnya mbak Liezsa mengizinkan aku untuk memuat tulisannya.

**

Quote

**

Saya Adalah Ibu Rumah Tangga

Oleh Liezsa Anggraeny

**

Untuk rencana hari ini, dalam bku agenda tertulis: Membuat purchase order, meeting supplier, incoming inspection… Dan beberapa jadwal lainnya. Bukan, saya bukan karyawati kantoran. Saya hanya seorang istri dengan profesi ibu rumah tangga. Rencana yang saya buat di atas pun sesungguhnya adalah agenda biasa berupa jadwal harian rumah tangga. Saya ibaratkan membuat daftar belanja kebutuhan sehari-hari dengan membuat purchase order, acara pergi ke pasar, supermarket ataupun toserba saya istilahkan dengan meeting supplier, sedangkan incoming inspection adalah istilah untuk rapih-rapih rumah. Semua saya lakukan dengan tujuan agar lebih semangat dalam menjalani pekerjaan rumah.

**

Ibu rumah tangga adalah profesi yang saya geluti semenjak berhenti kerja dari sebuah perusahaan. Saya menyebutnya profesi karena memang pekerjaan rumah tangga membutuhkan profesionalisme berupa keahlian, pengetahuan, dan keterampilan sama dengan pekerjaan kantor lainnya. Jika di perusahaan saya hanya kebagian tugas mengurusi satu bagian saja, ternyata di rumah tugas saya tidak hanya mentok di satu bagian. Di sini saya wajib berperan multiguna sebagai direktur, manajer, sekretaris, sekaligus pekerja, yang tidak hanya bisa memahami, tapi juga harus bisa menguasai semua bagian. Yang semuanya nanti harus dilaporkan pada presiden direktur yaitu suami, juga pada bagian komisaris tertinggi yaitu Allah swt.

**

Pertama kali berhenti bekerja dan menjalani pekerjaan sebagai ibu rumah tangga, sepertinya ada perasaan tidak betah dan malu untuk mengakui. Mengingat selama ini dalam benak saya telah terpatri pikiran bahwa menjadi wanita karir lebih baik dibandingkan ibu rumah tangga. Ternyata, setelah benar-benar terjun full time menjalani pekerjaan rumah tangga, pikiran saya berubah total. Pekerjaan yang semula saya anggap remeh ini ternyata tidak sesederhana seperti dalam bayangan saat menjalaninya.

**

Ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang tidak hanya membutuhkan perangkat kasar berupa tangan, kaki, dan anggota tubuh lainnya yang diperlukan untuk mencuci, menyetrika, dan bebenah rumah. Tetapi dibutuhkan pula perangkat lunak berupa kelihaian sang otak dalam mengatur keuangan, mengolah makanan, meredam emosi yang ada, serta beberapa perangkat lunak lainnya yang berhubungan dengan naluri keibuan berupa kelembutan dan kesabaran untuk mengayomi rumah tangga.

**

Terkadang ibu rumah tangga pun harus siap menjadi bodyguard yang dapat mendeteksi keadaan rumah tangga agar selalu adem, ayem dan tentrem. Ditambah dengan waktu kerja yang harus siap sedia selama 24 jam, seorang ibu rumah tangga memerlukan ketahanan jiwa dan fisik yang kuat.

**

Jika dalam perusahaan saya bisa mengambil cuti untuk beristirahat, tidak begitu dalam profesi ibu rumah tangga. Profesi ini merupakan komitmen saya. Tidak bisa begitu saja ditinggalkan dengan alasan cuti, mengundurkan diri, atau meminta pensiun dini karena capek ataupun tidak cocok dengan pekerjaan. Di sinilah karir saya ditempa. Saya adalah fasilitator bagi berjalannya manajemen rumah tangga. Semua harus terus dijalani dengan ikhlas dan ridha untuk mendapat ‘gaji’ berupa pahala tak terhingga dari Allah swt. Juga ‘bonus’ berupa surga jika patuh pada suami. Insya Allah.

**

Menjadi ibu rumah tangga pun ternyata tidak menghambat potensi saya. Justru dengan memilih profesi ini, saya memiliki waktu yang lebih fleksibel dalam mengembangkan potensi untuk meraih prestasi. Diantaranya saya dapat lulus Nihongo Nouryoku Shiken (Tes Kemampuan Bahasa Jepang) level satu setelah berusaha keras belajar diantara waktu luang yang ada, juga dapat mengembangkan hobi menulis. Siapa yang menyangka jika setelah menjadi ibu rumah tangga, saya justru diamanahi menjadi ketua di salah satu forum kepenulisan.

**

Saya bercermin dari ummahatul mukminin diantaranya Siti Khadija ra, seorang ibu rumah tangga yang dapat berperan besar terhadap kesuksesan sang suami Rasulullah saw. Meski tak menonjolkan diri, tetapi daya dukungannya begitu kuat. Begitupula dengan puteri tercinta Rasulullah saw, yaitu Fatimah ra, yang tangannya selalu membekas karena sering menumbuk, pundaknya pun membekas karena sering menjinjing air dengan kendi, dan bajunya selalu berdebu karena sering menyapu.

**

Hingga pernah Rasulullah saw berkata pada Fatimah ra. untuk menghiburnya, "Ya Fatimah, perempuan mana yang berkeringat ketika ia menggiling gandum untuk suaminya maka Allah swt menjadikan antara dirinya dengan neraka tujuh buah parit. Perempuan mana yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisir rambut mereka dan mencuci pakaian mereka maka Allah swt akan mencatatkan baginya ganjaran pahala seperti orang yang memberi makan kepada seribu orang yang lapar dam memberi pakaian kepada seribu orang yang bertelanjang. Perempuan mana yyang menghamparkan tempat untuk berbaring atau menata rumah untuk suaminya dengan baik hati maka berserulah untuknya penyeru dari langit (malaikat): Teruskanlah amalmu maka Allah swt telah mengampunimu akan sesuatu yang telah lalu dari dosamu dan sesuatu yang akan datang."

**

Betama saya menemukan keagungan dalam pekerjaan ini. Sebuah profesi yang tidak bisa digantikan oleh siapapun selain saya sendiri - ibu rumah tangga. Tidak salah jika kini, saya begitu bangga dengan profesi ini. Jika ada yang bertanya apa pekerjaan anda? Tanpa ragu lagi akan keluar jawaban: "Saya adalah ibu rumah tangga."

**

Renungan diri, aishliz et yahoo.com.sg, FLP Jepang.

**

**

Unquote

**

Beauty_2Tuuh kan, baca tulisan itu sekali lagi membuat aku bersyukur sekali my mom adalah seorang ibu rumah tangga yang hampir setiap saat punya waktu untuk mengasuh dan bermain dengan aku saat aku kecil, untuk duduk disamping tempat tidur saat aku sakit, untuk memasak makanan yang aku makan saat aku lapar, untuk berbagi kebahagiaan saat aku lulus sekolah, untuk membantu dan sekali lagi mengajari aku dengan sabar saat aku pertama kali punya bayi, dan seterusnya. Rasanya tinta pena bisa habis kalau aku gunakan untuk menulis betapa banyak jasa my mom untuk aku dan untuk keluarga beliau.

**

Jadi bertambah sayaaaang deh sama my mom (nulisnya sambil mata basah..) dan kepingin saat ini ngasih bunga untuk beliau sebagai tanda sayang..

**