Height Predictor
Tuesday, April 25th, 2006Minggu yang lalu di pesta ultah teman kecilnya anakku Adam, aku ngobrol sama seorang ibu, namanya Mida yang asalnya dari melayu Singapura dan menikah dengan pria Belanda. Anak mereka ada dua orang, yang pertama namanya Rommy (7 tahun) dan yang kedua Elvira (5 tahun). Nah, Mida ini cerita bahwa dokter dari putri2 mereka memprediksikan bahwa nanti saat umur 18 tahun, Rommy akan memiliki tinggi badan 1.55m dan tinggi Elvira sekitar 1.80m.
**
Prediksi itu salah satunya berdasarkan dari tinggi badan Mida (1.60m) dan suaminya (1.86m). Sebenarnya sih Mida rada kecewa dengan prediksi itu. Kenapa? Karena Rommy diprediksi ‘cuma’ 1.55m, mungil untuk ukuran perempuan melayu. Sedangkan Elvira diprediksi bakalan sampai 1.80m, terlalu tinggi untuk ukuran wanita melayu. Lalu obrolan kami berlanjut sampai membahas soal genetis, makanan, olahraga dan aktifitas sehari-hari yang bisa ‘menambah’ tinggi badan anak..
**
Buat aku, yang menarik dari obrolan itu adalah memprediksi tinggi badan anak. Jadi penasaran deh, buat memprediksi tinggi badan Adam. Eh pucuk dicinta ulam tiba, dua hari kemudian aku terima mailing list dari BabyCenter yang topiknya tentang Height Predictor. Langsung aja deh, aku input data yang diminta:
- Jenis kelamin, umur, tinggi dan berat badan anak
- Tinggi badan orang tua
**
Di height predictor ini, satuan tinggi badan diminta dalam feet dan inch, dan satuan berat dalam lbs. Jadi harus ke mister Google dulu buat konversi karena di Belanda (dan Indonesia) kita pakai satuan centimeter dan kilogram. Setelah konversi dan input-input, lalu klik calculate, keluar deh prediksi tinggi badan si buncil Adam. Prediksinya: umur 18 tahun, tinggi badan Adam bakalan 5 feet 10 inches (kira-kira 1.78m). Lumayaaan, ngelebihin tinggi badan aku dan my hubby. Artinya ada perbaikan gizi hahaha..
**
Tapi, height predictor ini cuma for fun aja lho. Iseng-iseng enggak berhadiah gitu lah. Prediksinya belum tentu akurat. Babycenter juga bilang ini cuma best guess aja. Its just a guess, jadi jangan terlalu dianggap serius..
**
Masih berhubungan sama tinggi badan, dokter di sini menganjurkan anak-anak batita untuk minum vitamin D setiap hari. Kalau untuk Adam yang kulitnya sawo matang, 10 tetes vitamin D setiap hari. Gunanya untuk mempermudah penyerapan kalsium ke tulang, sehingga membantu proses pertumbuhan. Karena di Belanda ini mataharinya jarang banget, makanya anak2 harus minum vitamin D tiap hari. Kalo di Indonesia mah gampang, jemuran aja di bawah sinar matahari pagi. Beres.
**
Untungnya Adam enggak pernah nolak kalau disuruh minum vitamin D. Aku bilang: "Ayo Adam minum vitamin D dulu. Biar nanti bisa tinggi seperti jerapah.." hahaha..
**


