Archive for February, 2006

“Ikan Hiu”

Wednesday, February 15th, 2006

1025Adam: "Bu, ini ikan buat ibu"

Ibu: "Wah, terimakasih Adam. Adam dapat ikan dari mana?"

Adam: "Adam habis mancing di laut"

Ibu: "Di laut? Hebat deh. Adam dapat ikan apa namanya?"

Adam: "Ikan hiu buat ibu.."

**

Aku langsung ketawa ngakak deh, ngebayangin aku dikasih ikan hiu beneran. Ceritanya Adam lagi berimajinasi mancing di laut. Kotak mainannya dikosongin, dijadiin ‘laut’. Lalu gagang balon yang dia dapat dari McDonald, dijadiin "tali pancing". Lucunya, dia mancing sambil duduk di dalam kotak mainan. Kata Adam: "Aku masuk ke laut, duduk, lalu mancing. Dapet deh ikan hiunya..".

**

Padahal Adam belum pernah diajak ke laut (paling ke danau di Voorschoterlaan aja..), belum pernah diajak mancing, dan belum pernah diajak ke sea world lihat ikan hiu (duh, kesian bener anak gue jarang diajak jalan-jalan haha..). Semua informasi tentang laut, mancing, dan ikan hiu dia dapat dari buku yang berbeda-beda. Ada buku yang nerangin tentang perahu yang berlayar di laut (judulnya Baby’s Eerste Woordenboek ABC), lalu ada buku bergambar tentang anak kecil mancing ditemani hewan peliharaannya (judul bukunya A boy, a dog, a frog and a friend), dan terakhir buku tentang binatang yang ada gambar ikan hiu lagi tersenyum lebar sehingga gigi tajamnya kelihatan semua (judulnya Shark in the park).

**

Nah, buku gambar ikan hiu itu pernah aku jadiin ‘referensi’ supaya Adam rajin sikat gigi. Aku bilang ke Adam, kalau di rajin sikat gigi maka giginya akan bagus, bersih, rapih dan tajam seperti gigi ikan hiu. Makanya Adam hampir enggak pernah nolak kalau disuruh sikat gigi. Malah kadang-kadang habis sikat gigi dia suka bilang: "Bu, sudah bersih giginya. Seperti gigi ikan hiu ya?!".

**

Yang pasti, aku suka kagum sama daya imajinasi anak-anak. Kadang imajinasinya suka lucu dan orisinil. Khas dengan gaya polosnya anak-anak. Makanya aku dan my hubby paling suka beliin Adam buku bergambar dan bervariasi, biar daya imajinasinya berkembang terus. 

**

*). Gambar diambil dari website www.usborne.com

Tahun Baru Ngapain Aja?

Wednesday, February 1st, 2006

"Tahun baru ngapain aja?"; "Apa new year’s resolutions-nya?". Banyak banget orang yang nanya begitu ke aku. Temen-temen aku di kelas kursus bahasa juga hampir semuanya nanya begitu juga. Walah, aku mah tahun baru biasa-biasa aja. Enggak pake diraya-rayain. New year’s resolution? Mana pernah sih aku bikin resolutions. Semua yang terjadi mengalir saja seperti air. Enggak pake resolusi-resolusi segala… hehe.

**

Tapi dipikir-pikir, selama ini aku tahun baru ngapain ya?. Masa’ sih enggak ngapa-ngapain?. Selama tinggal di Rotterdam aku enggak pernah khusus banget ngerayain tahun baru. Biasa aja. Tapi kita ikut menikmati makanan khas tahun baru di sini: Olliebollen (yang rasanya mirip Kue Bantal) dan minum Champagne non alkohol (yang rasanya persis seperti apel jus dicampur soda). Lalu pas teng jam 12 malam, aku & my hubby nongkrong di jendela depan rumah menikmati kembang api dan petasan yang dibakar sama si bule-bule tetangga. Heboh banget, apalagi petasannya. Jendela rumah bisa sampe bergetar gara-gara suara petasan (eh, itu petasan atau bom sih? hehe). Mereka bisa satu jam non stop bakarin petasan dan kembang api yang seperti air mancur. Bagus-bagus deh. Niat banget bule-bule itu keluar rumah tengah malem buat main petasan dan kembang api. Tahu sendiri, winter-winter tengah malem kan dinginnya ngujubile. Saking banyaknya bakar petasan dan kembang api, pagi-paginya trotoar depan rumah hampir enggak kelihatan karena ketutup bekas bakaran petasan dan kembang api.

**

Tahun baru kemarin, pertama kalinya aku, my hubby dan Adam pergi keluar rumah. Main di rumah teman yang juga punya anak balita, jadi Adam ada teman pasang kembang api. Sepertinya si kembang api berkesan banget buat Adam. Sampai hari ini, tiap kali lihat sinar yang berpendar sedikit, dia bilang: "Bu, kembang api..!". Sampai dua minggu setelah malam tahun baru, Adam masih terus main sama kotak bekas bungkusan kembang api. Si kotak bekas itu malah sampe dibawa tidur segala, ditaruh rapi sama Adam di samping bantal :-).

**

Dulu sih waktu aku masih kecil, biasanya sekeluarga (aku & kakak-kakak) tukeran kado. Pertama kali mulai tradisi tukeran kado pas aku masih SD, 25 tahun yang lalu (duh, udah lama banget ya?!). Kadonya juga murah meriah, kalo enggak salah dulu itu dimulai dengan harga 300 rupiah, terus tiap tahun nilainya dinaikin. Tukeran kado pertama kali itu 300 perak aku beliin apa ya? Gantungan kunci kalo enggak salah. Dan aku nerima peraut pinsil bentuk rumah-rumahan. Sejak itu, setiap malam tahun baru kita sekeluarga pasti ngumpul-ngumpul, makan, tukeran kado, sambil tidur-tiduran nonton tv.

**

Lalu new year’s resolutions? Wah, hewan apa itu? haha. Seperti yang aku bilang, aku enggak pernah punya resolutions. Eit, tunggu dulu. Ternyata mulai tahun ini aku punya new year’s parenting resolutions. Idenya dari babycenter website. Isinya:

  • Stop using threats to keep your kindergartner or grade-schooler in line
  • Be more loving, and find other ways to help your child(ren) feel good about himself
  • Slow down and really listen to your child
  • Give each of your children the one-on-one time he deserves
  • Plan fun outings more often
  • Read more with your child(ren)
  • Watch less TV
  • Share your beliefs with your child and - if religion is important to your family - make them part of your family life, traditions, and rituals.

Emak-emak banget ya?!. Nggak pa-pa, namanya juga baru pertama kali punya resolutions, dan itu juga boleh nyontek dari babycenter haha..

**

Happy belated new year!