Ni-nana, Na-yaya
Monday, January 23rd, 2006
Masih ingat enggak kalau dulu aku pernah cerita bahwa Adam belum lancar bicara meskipun umurnya sudah 2 tahun? Nah, ceritanya sekarang Adam sudah hampir 2.5 tahun, dan bicaranya sudah lancaaar sekali meskipun masih cadel.
**
Awalnya waktu di Jakarta dua bulan yang lalu, Adam sering berinteraksi sama keluarga dan kenalan di Jakarta. Dan semua orang pakai bahasa Indonesia. Jadi, kalau aku perhatiin, vocabulary-nya Adam bertambah banyak selama di Jakarta itu. Pertama kali bikin kalimat waktu di Jakarta, saat itu ceritanya Adam protes dibawa ke kamar disuruh tidur. Karena dia masih jetlag, dia maunya main di luar. Kalimat protesnya adalah: "Ni-nana, na-yaya". Bingung enggak sih artinya apa?. "Ni-nana" tuh maksudnya: Adam enggak mau di sini (di kamar). Kalau "Na-yaya" artinya: Adam maunya ke sana (keluar). Jauh banget ya? hehe..
Sampai sekarang, Adam bilang tidak dengan "Nana". Dan bilang iya dengan "Yaya". Enggak tau deh, dapet kata-kata itu dari mana..
**
Selain pinter bikin kalimat, Adam juga sudah bisa ngebalikin omongan ibunya. Ceritanya beberapa minggu yang lalu Adam aku suruh tidur karena hari sudah malam. Dia bilang: "Nana bobo", maksudnya: Enggak mau bobo. Lalu aku bilang: "Di luar sudah gelap, waktunya bobo". Adam tanya lagi: "Kalau di luar terang?". Aku bilang: "Kalau di luar terang, Adam bangun". Eh besoknya pas disuruh tidur siang, Adam protes: "Di luar terang, nana bobo. Kalau terang, Adam bangun. Kalau gelap, yaya bobo". Tuh, dia protes deh. Di luar terang kok disuruh bobo. Enggak mau dong!. Nanti kalau gelap baru aku mau bobo… Walah, bocah.. Udah pinter ngebalikin omongan ibunya..
**
Selain itu, sekarang Adam juga sudah bisa bikin kalimat yang panjang, misalnya: "Ibu di rumah, Ayah kerja, Adam main di rumah sama Ibu". Dan juga sudah bisa kasih kata sifat ke suatu benda, misalnya: "Ini sandal ibu", "Itu sweater ayah", "Ini gelas adam" dan sebagainya.
Adam juga udah bisa cerita ke ayahnya. Kalau siangnya dia mandi, pas ayahnya pulang kerja dia cerita deh: "Ayah, Adam di. Cium deh ayah, wangi yaa..?". Duile, mandi aja bangga banget…
**
Sering juga dia tanya-tanya terus ke ibunya. Sampe mentok deh ibunya enggak tahu lagi jawabnya gimana. Misalnya waktu dia tanya tentang Ajong (nenek-red) yang ada di Jakarta.
Adam(A): Ibu, Ajong mana?
Ibunya Adam (IA): Ajong di Jakarta, nak.
(A): Mana Jakartanya?
(IA): Di Indonesia
(A): Mana Indonesianya?
(IA): Jauuuuh.
(A): Jauuh?. Adam mau lihat.
(IA): Harus naik pesawat dulu.
(A): Mana pesawatnya?
(IA): Pesawatnya parkir di Schipol.
(A): Mana Schipolnya?
(IA): Kalau ke Schipol, harus naik kereta api dulu.
(A): Mana kereta apinya?
(IA): Di stasiun.
(A): Mana stasiunnya?
(IA): Kalau mau ke stasiun, harus naik bis dulu.
(A): Mana bisnya?
(IA): Itu, didepan rumah Adam ada bis lewat.
(A): Ayo bu, naik bis. Ke rumah Ajong.
(IA): Nanti kalau Adam sudah besar, kita ke rumah Ajong lagi.
–Enggak lama kemudian, Adam bicara lagi.–
(A): Bu, sekarang Adam sudah besar. Kita ke rumah Ajong yuuuk.
Waduh… speechless deh, mau jawab apa lagi. Mentok haha…
**
Kadang saking seringnya Adam ngoceh, my hubby yang lagi nonton tv suka protes ke Adam. "Adam, ssst diam sebentar dong. Ayah enggak kedengeran tv-nya nih". Ternyata kadang-kadang pusing juga denger anak kebanyakan ngoceh…
**
Sekarang, Adam sudah lebih pe-de kalau main dan komunikasi sama teman-teman kecilnya. Biarpun yang satu bahasa Indonesia, yang satunya lagi bahasa Londo dan yang lainnya bahasa campur-campur (Indonesia campur Londo). Adam mah pede aja. Yang penting ngoceh..
**
*) Foto "Adam dan teman-temannya". Ki-ka: Adam - Alya - Annisa.