There’s something about Rendang
Thursday, October 27th, 2005Apa sih istimewanya rendang? Buat orang yang tinggal di Jakarta, mungkin rendang itu makanan yang biasa aja. Maksudnya, rendang itu kan menu yang gampang ditemui sehari-hari. Apalagi di Jakarta, hampir tiap 100meter ada restoran padang yang pastinya jual rendang. Dan setiap Idul Fitri, pasti setiap rumah di Jakarta nyediain rendang untuk dimakan bareng ketupat dan opor ayam.
*
Tapi buat aku, rendang itu istimewa..
*
Pertama, hampir semua rumah di Jakarta masak rendang untuk Idul Fitri. Karena salah satu bumbu penting dari rendang itu adalah cabe, makanya harga cabe menjelang Lebarang pasti naik gila-gilaan. Tuh kan, rendang bisa bikin harga cabe naik!.
*
Kedua, masak rendang itu heboooh banget. Mulai dari memilih daging yang pas buat rendang. Harus daging yang tepat, jangan yang terlalu banyak lemak -nanti rendangnya terlalu berminyak- dan jangan yang tanpa lemak -nanti rendangnya kurang gurih-. Lalu siapin santannya, kalau mau bumbu rendangnya banyak, ya kelapanya musti banyak juga. Bayangin musti memarut dan memeras kelapa secara manual!. Terus, musti siapin bumbunya yang ribet alias complicated: cabe merah, bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, jahe, lengkuas, daun salam, daun jeruk, dan sereh. Duile, serem banget liat list bumbunya, apalagi buat orang yang alergi masak hahaha.. Belum lagi masak rendangnya, lamaaaa banget. Bisa 3-4 jam kalau mau rendangnya kering dan hitam seperti yang di jual di rumah makan padang. Duh, nulisnya aja capek. Gimana masaknya? hehe..
*
Tapi untungnya selama ini aku enggak pernah merasa heboh kalau lagi masak rendang. Rahasianya? Setelah berjuta-juta kali masak rendang, aku sudah bisa tahu daging mana yang pas buat rendang. Kalau santannya, aku tinggal pake santan kaleng yang buatan Thailand, khusus untuk memasak. Dijamin santannya kental dan harumnya seperti santan segar. Sedangkan untuk bumbu yang ribet itu, semua bumbu segar bisa dibeli di Chinatown. Giling bumbunya enggak manual pake gilingan batu yang gede itu lho, wah bisa encok deh. Aku giling bumbunya pake blender, dijamin halus tanpa harus keringetan :-).
*
Nah, yang rada tricky ini pas masak rendangnya. Seperti yang aku bilang sebelumnya, masak rendang itu bisa 3-4 jam dan musti sesekali diaduk biar enggak gosong. Nah, be-te banget kalo musti nungguin masak rendang di dapur berjam-jam. Solusinya? Masak rendang sambil internet-an dan jangan lupa pasang alarm untuk setiap 15 menit. Kita bisa asyik internet-an, sambil tiap 15 menit diingetin sama alarm buat ke dapur, ngaduk rendang. Enggak terasa sudah 4 jam, puas surfing internet, rendang pun jadi…
By the way, sekarang sudah jam 12 malam di sini. Aku sudah puas surfing internet sambil nulis blog, dan sambil sesekali ngaduk rendang :-). Beneran ini lho.. Rendang aku sudah jadi tuh, sudah kering dan hitam. Hmmm, rencananya masak rendang kali ini buat lauk sahur, sekalian buat dibawa buka puasa bersama temen-temen besok. Mudah-mudahan temen2 besok pada enggak sakit perut
*
P.S. Untuk yang berminat sama resep rendang, aku sarankan ke websitenya Dunia Ibu. Sudah terbukti enak dan rasanya mirip rendang ala padang..




