Archive for June, 2005

Let’s Boogie

Thursday, June 23rd, 2005

Boogie_beebies Let’s Boogie alias Joget, itu salah satu hobinya Adam. Pokoknya kalo udah denger musik, pasti dia goyang menurut beat musik itu. Kalo beat musiknya slow, Adam akan bergoyang lambat-lambat. Terus kalo beat musiknya cepet, Adam akan bergoyang heboh, cepat sambil berputar.

Udah seneng joget, kupingnya Adam tajam banget lagi. Enggak boleh denger musik dikit, goyang deh. Lagu favoritnya banyak, dari mulai lagu anak-anak i.e. Bis Kota, I’m the Duck, Coloured Houses, Old McDonald, Ambilkan Bulan Bu, Twinkle2 Little Star,etc sampe jingle iklan yang tiap jam diputar di BBC World i.e. Malaysia Truly Asia (jingle pariwisata Malaysia ) dan Nokia (jingle iklan Nokia). Suara dari alat musik juga dia suka, terutama suara terompet, piano dan biola. Kadang2 sampe kering mulut ibunya disuruh Adam niruin suara alat musik :-)

Acara favorit Adam untuk urusan joget: "Boogie Beebies". Seru deh, tiap acara ini diputar so pasti Adam joget abiss (dan ibunya juga ikutan joget haha..).

"SIGN LANGUAGE". Selain pinter joget, Adam juga suka suruh2 ayah ibunya nyanyi dan lalu dia berjoget. Lho, gimana cara Adam nyuruhnya? Kan Adam belum bisa ngomong? Caranya: pake sign language :-) Untuk setiap lagu, Adam punya gaya berjoget yang berbeda-beda. Misalnya untuk lagu "Bis Kota", gayanya: jari telunjuk kiri dan kanan diacungkan dan digoyang2; untuk lagu "I’m the Duck", gayanya jari jempol dikatupkan ke-empat jari telunjuk, jari tengah, jari manis dan kelingking (seolah2 jari tangannya ngikutin mulutnya bebek); kalo minta lagu "Coloured Houses", gayanya satu tangan diangkat dan tangan yang lain pegang sikut. Hihi, ribet juga neranginnya.

Kadang my hubby juga suka enggak ngerti ama sign language-nya Adam, lalu tanya ke aku deh: "Bu..bu.., ini Adam maksudnya apa nih? Adam minta lagu apa?". Menerjemahkan sign languagenya Adam penting lho (at least penting buat ayah dan ibunya hehe), soalnya kalo kita salah nyanyi, Adam akan teriak "Na..na.." (maksudnya: No..no.. stop it!) sambil geleng2 kepala. Protes. Walah..walah, belum pinter ngomong tapi sudah pinter suruh2 dan protes :-)

Talk to Your Child

Thursday, June 2nd, 2005

Adam_tutup_panciTalk to your child, maksudnya bukan cuma sekedar bicara. Tapi, bicaralah ke balita kita seolah-olah sang anak adalah orang dewasa yang sudah mengerti percakapan ala orang dewasa.

Lalu kalau anda bertanya "Apa dong topik yang harus dibicarakan kepada balita?". Kalau menurut aku, topiknya bisa apa aja. Misalnya, pagi ini anda ajak balita anda ke supermarket. Nah, pada saat di supermarket, ajak anak anda ngobrol tentang isi supermarketnya: "Nak, ibu mau beli timun dulu ya. Nah, ini timun warnanya hijau dan bentuknya panjang. Satu..dua.., ibu beli timun dua buah". Atau: "Nak, kita cari susu dulu yuk. Susu buatmu, buat ibu dan buat ayah". Lalu sore harinya saat anda duduk santai di rumah, anda bisa ajak balita anda cerita tentang kegiatan ke supermarket tadi pagi: "Tadi pagi ikut ibu ke supermarket ya? Ibu beli apa di sana? Beli timun? Berapa buah ibu beli timunnya? Terus beli apa lagi? Beli susu? Buat siapa susunya?". Biarkan balita anda menjawab satu persatu pertanyaan itu. Kalau balita anda belum bisa bicara, pasti dia akan menjawab dengan anggukan atau gelengan kepala.

Saat anda bicara dengan balita, lakukan dengan sungguh-sungguh. Kalau bisa, jangan sambil mengerjakan pekerjaan yang lain. Pandang wajahnya dan tatap mata jernihnya. Lihat deh, betapa lucu bola mata dan mimik muka balita anda saat anda mengajaknya bicara. Dan yang pasti, balita anda mengerti apa yang anda bicarakan, meskipun dia belum bisa menjawab karena belum pintar bicara..

Nah kalau anda terbiasa mengajaknya bicara, lain waktu saat anda melarang balita anda untuk berbuat sesuatu, misalnya melarang dia merobek bukunya, anda bisa melarangnya tanpa perlu marah-marah, atau menaikkan nada suara anda. Cukup larang dia dengan cara berbicara seperti biasa: "Jangan dirobek bukunya ya, Nak. Nanti kamu enggak bisa baca buku lagi kalau bukunya rusak". Perhatiin deh, si balita akan mendengarkan larangan kita dan ia akan cenderung menurut.

Begitulah cara aku dan my hubby bicara ke Adam (21 bulan). Kalau kita ajak bicara, Adam akan memandang wajah kita. Aduh, lucu banget mimik mukanya. Apalagi kalau kami lagi cerita hal-hal yang baru dan Adam belum pernah dengar sebelumnya. –Aku pernah cerita ke Adam kalau nanti Adam sudah besar, kita akan ke rumah Eyang (mertuaku) dan Ajong (ibuku) di Jakarta naik pesawat terbang. Pesawatnya nanti terbang tinggi di angkasa. Terbangnya seperti si Abu, burung dara warna abu-abu yang Adam suka lihat di belakang rumah–. Sambil aku cerita, wajah Adam terlihat lucu. Dia seperti sedang membayangkan dirinya naik pesawat dan terbang seperti burung di angkasa.

Surprisingly, banyak sekali pembicaraan antara aku-Adam, my hubby-Adam, dan aku-my hubby yang bisa dimengerti sama Adam (kadang aku suka under estimate kemampuan berpikirnya Adam..). Bahkan kalau aku berdua my hubby lagi ngobrol, Adam suka gerak-gerakin tangannya seolah-olah dia lagi ikut ngobrol ama kita.

Aku jadi inget pernah baca buku Secrets of the Baby Whisperer: How to Calm, Connect, and Communicate with your Baby *). Diantaranya buku itu bercerita tentang seorang midwife yang selalu bilang ke para pasiennya bahwa saat si anak masih di dalam perut ibunya, si anak baru lahir, atau si anak belum bisa bicara pun mereka mengerti jika kita ajak ia bicara. Bahkan meskipun si balita tidak menatap wajah kita, ia tetap mendengar dan mengerti jika kita berbicara padanya.

*) Thanks to Vinny Anwar, our friend in Citibank Jakarta, who suggested me and my hubby to read this valuable book..