Anak-anak Yang Suka Menulis Cerita
Sunday, May 22nd, 2005QUOTE
JANGAN meremehkan kemampuan anak-anak meski usia mereka masih di bawah lima tahun alias balita. Pengalaman yang mereka dapatkan pada tahun-tahun pertama kehidupannya di dunia ini bisa sangat memengaruhi minat mereka di kemudian hari. Oleh karena itu, alangkah sayangnya bila tahun-tahun pertama kehidupan anak-anak tidak dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh orangtua.
Sekitar lima-enam tahun pertama kehidupan anak-anak, biasanya pilihan kegiatan yang mereka lakukan banyak dipengaruhi orangtua. Dengan kemampuan belajar yang mengagumkan, sering kali anak-anak ini dengan cepat bisa memahami apa yang mereka terima, lihat, dan rasakan pada masa-masa awal kehidupannya.
Sebagian anak-anak, yang pada masa awal kehidupannya setiap hari diajak bicara dan dibacakan dongeng atau buku oleh orangtuanya, setelah agak besar menunjukkan minat mereka untuk membaca buku. Bahkan, dengan rangsangan-rangsangan yang sesuai dengan perkembangan usia mereka, ada sebagian anak yang "dengan sendirinya" bisa membaca tanpa harus melalui fase pengajaran khusus membaca.
UNQUOTE
Itu sebagian tulisan yang aku baca kemarin di koran Kompas (Minggu 25 Mei 2005) yang judulnya: "Anak-anak yang Suka Menulis Cerita". Artikelnya bagus karena bisa jadi inspirasi buat orang tua dalam mendidik balita untuk suka membaca dan kemudian memupuk kemampuan si anak untuk menulis cerita. Amazing kan, kalo balita sudah bisa menulis cerita?
Karena aku sendiri merasa susaaaah banget buat menulis. Menulis apa aja lah. Inget banget dulu waktu SD kalo ada pelajaran mengarang, pasti nilainya enggak pernah lebih dari 7. Apalagi nulis thesis waktu dulu kuliah di ITB & UI, minta ampun deh. Padahal thesisnya pake bahasa Indonesia. Kebayang waktu nulis thesis waktu kuliah di Erasmus, double minta ampun deh. Karena thesisnya pake bahasa Inggris. Untung ada my hubby yang dengan sukarela dan setia jadi proof reader..hehe. Aku ngerasa kok buntu banget otak kalo disuruh mengekspresikan cerita lewat tulisan.
Menurut artikel di Kompas, kalo anak sudah suka baca buku maka akan lebih mudah mengarahkan anak tsb untuk menulis. Lha, padahal aku dulu umur 4 tahun juga udah bisa baca, tapi kok tetap aja ndablek kalo disuruh nulis?!. Oke, forget about me deh. Yang penting sekarang aku mau mulai mengajari Adam untuk suka menulis juga (karena Adam kan dari dulu sudah suka ‘membaca’ buku..). Biar nanti Adam kalau sudah besar, enggak susah nulis thesis kayak ibunya..hahaha.
Sebenarnya kalo menulis (mencoret2-red) ala anak batita sih Adam sudah suka dari dulu: dari mulai mencoret kertas, kursi, meja, lemari, pintu, dan jendela ;-). Mudah-mudahan enggak susah deh ngajarin Adam menulis. Atau, oh aku ada ide yang bagus. Gimana kalo my hubby aja yang ‘bertugas’ ngajarin Adam nulis. Kan dia sudah terbukti lebih fasih menulis ketimbang aku. Good idea, toch?

